Anova adalah
sebuah analisis statistik yang menguji perbedaan rerata antar grup. Grup disini
bisa berarti kelompok atau jenis perlakuan. Anova ditemukan dan diperkenalkan
oleh seorang ahli statistik bernama Ronald Fisher.
Anova
merupakan singkatan dari Analysis of variance. Merupakan prosedur uji statistik
yang mirip dengan t test. Namun kelebihan dari Anova adalah dapat menguji
perbedaan lebih dari dua kelompok. Berbeda dengan independent sample t test
yang hanya bisa menguji perbedaan rerata dari dua kelompok saja.
Tujuan
Untuk
mengetahui perbedaan mean lebih dari dua kelompok data baik yang independen
maupun dependen
Prinsip
uji ANOVA adalah melakukan telaah variabilitas data menjadi dua sumber variasi
yaitu variasi dalam kelompok (within) dan variasi antar kelompok (between).
Bila
variasi within dan between sama (nilai perbandingan kedua varian sama dengan 1)
maka mean-mean yang dibandingkan tidak ada perbedaan, sebaliknya bila hasil
perbandingan tersebut menghasilkan lebih dari 1, maka mean yang dibandingkan
menunjuk ada perbedaan.
Analisis varian (ANOVA) mempunyai dua jenis analisi
varian satu faktor (one way) dan analisis faktor (two way).
Beberapa asumsi yang harus dipenuhi pada
uji ANOVA adalah:
1. Varian
homogen
2. Sampel/kelompok
independen
3. Data
berdistribusi normal
4. Jenis
data yang dihubungkan adalah : Numerik dengan katagori (untuk katagori yang
lebih dari 2 kelompok.
Analisis
Multi Comparison (POSTHOC TEST)
Analisis
ini bertujuam untuk mengetahui lebih lanjut kelompok mana saja yang berbeda
mean-nya bilamana pada pengujian ANOVA dihasilkan ada perbedaan yang bermakna (Ho ditolak).
Ada
berbagai jenis analisis multiple comparasion diantaranya adalah Bonferroni,
Honestly Significant different (HSD), Scheffe dan lain-lain
Kasus:UJI ANOVA
Sebagai
latihan, Download Lembar Kerja, Disini
Pada contoh
ini akan kita coba menghubungkan antara tingkat pendidikan dengan berat badan bayi. Variabel pendidikan merupakan variabel katagorik dengan
4 katagori. Variabel berat bayi berbentuk numerik sehingga uji
ANOVA cocok untuk digunakan
pada kasus ini. Adapun caranya sbb:
Langka-langka
uji
1. Aktifkan/bukalah
file data “ASI.SAV”
2. Dari
menu utama SPSS, pilih menu ‘Analyze”, kemudian pilih sub menu “Compare Means’,
lalu pilih “One-Way ANOVA” sesaat akan muncul menu One Way NOVA
3. Dari
menu One way ANOVA, terlihat bahwa kotak Dependent List dan kotak Factor
perlu diisi variabel. Kotak ‘dependent’ diisi variabel numerik dan kotak
‘factor’ diisi variabel katagoriknya. (Ingat, jangan sampai terbalik) à Pada contoh
ini berarti pada kotak Dependen diisi variabel “bbbayi” pada kotak Factor diisi
variabel “Didik”.
4.
Klik tombol ‘Options” tandai
dengan √ pada kotak “Descriptive”
5.
Klik “Continue”
6.
Klik tombol “Post Hoc”, tandai
dengan √ pada kotak “Bonferroni”
7.
Klik “Continue”
8.
Klik “OK”
Output Uji
Dari print out ini diperoleh rata-rata berat bayi dan
stndar deviasi masing-masing kelompok. Rata-rata berat bayi pada mereka yang
berpendidikan SD adalah 2470,0 gram dengan standar deviasi 249,6 gram. Pada
mereka yang berpendidikan SMP rata-rata berat bayinya adalah
2727,2 gram dengan standar deviasi 241,2 gram. Pada mereka yang berpendidikan
SMU rata-rata berat bayinya adalah 3431,2 gram dengan standar deviasi 270,1
gram. Pada mereka yang berpendidikan PT rata-rata berat bayinya adalah 3761,5
gram dengan standar deviasi 386,3 gram
Nilai p uji
ANOVA dapat diketahui pada kolom “F” dan “Sig”, terlihat p=0,000 (kalau
desimalnya 0, maka penulisannnya menjadi p=0,0005), berarti pada alpha 5%,
dapat disimpulkan ada perbedaan berat bayi diantara keempat jenjang pendidikan.
Pada Box
paling bawah terlihat hasil dari uji ‘Multiple Comparisons Bonferroni” yang
berguna untuk menelusuri lebih lanjut kelompok mana saja yang berhubungan
signifikan.
Untuk
mengetahui kelompok yang signifikan dapat terlihat dari kolom Sig. Ternyata
kelompok signifikan adalah tingkat pendidikan SD dengan SMU, SD dengan PT, SMP
dengan SMU, SMP dengan PT dan SMU dengan PT. Sementara kelompok yang tidak
siginifikan adalah kelomokSD dan SMP
Penyajian
dan Interpretasi di laporan Penelitian
Tabel
…
Distribusi
Rata-Rata Berat Bayi Menurut Tingkat Pendidikan Ibu
Rata-rata
berat bayi pada mereka yang berpendidikan SD adalah 2470,0 gram dengan standar
deviasi 249,6 gram. Pada mereka yang berpendidikan SMP rata-rata berat bayinya adalah 2736,36 gram dengan standar deviasi 246,1 gram. Pada
mereka yang berpendidikan SMU rata-rata berat bayinya adalah 3431,3 gram dengan
standar deviasi 270,1 gram. Pada mereka yang berpendidikan PT rata-rata berat bayinya adalah 3761,5
gram dengan standar deviasi 386,3 gram.
Hasil uji
statistik didapat nilai p=0,0005, berarti pada alpha 5% dapat disimpulkan ada
perbedaan berat bayi diantara keempat jenjang pendidikan.
Analisis
lebih lanjut membuktikan bahwa kelompok yang berbeda signifikan adalah tingkat
pendidikan SD dengan SMU, SD dengan PT, SMP dengan SMU,SMP dengan PT dan SMU
dengan PT.
Latihan
1.
Analisa perbedaan umur ibu dengan
sikap meberikan kolostrum.
2.
Perbedaan BB Ibu dengan Komitmen
Memberikan ASI Sampai Selama 6 Bulan
3.
Perbedaan HB ibu dengan komitem
memberikan ASI segera setelah lahir (gunakan HB pengukuran kedua)
4.
Perbedaan Berat badan reponden
dengan tingkat pendidikan
5.
Perbedaan umur ibu dengan tingkat
pendidikan






