Sunday, January 5, 2020

UJI ANOVA


Anova adalah sebuah analisis statistik yang menguji perbedaan rerata antar grup. Grup disini bisa berarti kelompok atau jenis perlakuan. Anova ditemukan dan diperkenalkan oleh seorang ahli statistik bernama Ronald Fisher.

Anova merupakan singkatan dari Analysis of variance. Merupakan prosedur uji statistik yang mirip dengan t test. Namun kelebihan dari Anova adalah dapat menguji perbedaan lebih dari dua kelompok. Berbeda dengan independent sample t test yang hanya bisa menguji perbedaan rerata dari dua kelompok saja.

Tujuan
Untuk mengetahui perbedaan mean lebih dari dua kelompok data baik yang independen maupun dependen
Prinsip uji ANOVA adalah melakukan telaah variabilitas data menjadi dua sumber variasi yaitu variasi dalam kelompok (within) dan variasi antar kelompok (between).
Bila variasi within dan between sama (nilai perbandingan kedua varian sama dengan 1) maka mean-mean yang dibandingkan tidak ada perbedaan, sebaliknya bila hasil perbandingan tersebut menghasilkan lebih dari 1, maka mean yang dibandingkan menunjuk ada perbedaan.
Analisis varian (ANOVA) mempunyai dua jenis analisi varian satu faktor (one way) dan analisis faktor (two way).
Beberapa asumsi yang harus dipenuhi pada uji ANOVA adalah:
1.    Varian homogen
2.    Sampel/kelompok independen
3.    Data berdistribusi normal
4.    Jenis data yang dihubungkan adalah : Numerik dengan katagori (untuk katagori yang lebih dari 2 kelompok.

Analisis Multi Comparison (POSTHOC TEST)
Analisis ini bertujuam untuk mengetahui lebih lanjut kelompok mana saja yang berbeda mean-nya bilamana pada pengujian ANOVA dihasilkan ada perbedaan yang bermakna (Ho ditolak).
Ada berbagai jenis analisis multiple comparasion diantaranya adalah Bonferroni, Honestly Significant different (HSD), Scheffe dan lain-lain

Kasus:UJI ANOVA
Sebagai latihan, Download Lembar Kerja, Disini
Pada contoh ini akan kita coba menghubungkan antara tingkat pendidikan dengan berat badan bayi. Variabel pendidikan merupakan variabel katagorik dengan 4 katagori. Variabel berat bayi berbentuk numerik sehingga uji ANOVA cocok untuk digunakan pada kasus ini.  Adapun caranya sbb:
Langka-langka uji
1.    Aktifkan/bukalah file data “ASI.SAV”
2.    Dari menu utama SPSS, pilih menu ‘Analyze”, kemudian pilih sub menu “Compare Means’, lalu pilih “One-Way ANOVA” sesaat akan muncul menu One Way NOVA
3.    Dari menu One way ANOVA, terlihat bahwa kotak Dependent List dan kotak Factor perlu diisi variabel. Kotak ‘dependent’ diisi variabel numerik dan kotak ‘factor’ diisi variabel katagoriknya. (Ingat, jangan sampai terbalik) à Pada contoh ini berarti pada kotak Dependen diisi variabel “bbbayi” pada kotak Factor diisi variabel “Didik”.



4.    Klik tombol ‘Options” tandai dengan pada kotak “Descriptive”

5.    Klik “Continue”
6.    Klik tombol “Post Hoc”, tandai dengan pada kotak “Bonferroni”


7.    Klik “Continue”
8.     Klik “OK”

  
Output Uji


Dari print out ini diperoleh rata-rata berat bayi dan stndar deviasi masing-masing kelompok. Rata-rata berat bayi pada mereka yang berpendidikan SD adalah 2470,0 gram dengan standar deviasi 249,6 gram. Pada mereka yang berpendidikan SMP rata-rata berat bayinya adalah 2727,2 gram dengan standar deviasi 241,2 gram. Pada mereka yang berpendidikan SMU rata-rata berat bayinya adalah 3431,2 gram dengan standar deviasi 270,1 gram. Pada mereka yang berpendidikan PT rata-rata berat bayinya adalah 3761,5 gram dengan standar deviasi 386,3 gram


Nilai p uji ANOVA dapat diketahui pada kolom “F” dan “Sig”, terlihat p=0,000 (kalau desimalnya 0, maka penulisannnya menjadi p=0,0005), berarti pada alpha 5%, dapat disimpulkan ada perbedaan berat bayi diantara keempat jenjang pendidikan.
Pada Box paling bawah terlihat hasil dari uji ‘Multiple Comparisons Bonferroni” yang berguna untuk menelusuri lebih lanjut kelompok mana saja yang berhubungan signifikan.



Untuk mengetahui kelompok yang signifikan dapat terlihat dari kolom Sig. Ternyata kelompok signifikan adalah tingkat pendidikan SD dengan SMU, SD dengan PT, SMP dengan SMU, SMP dengan PT dan SMU dengan PT. Sementara kelompok yang tidak siginifikan adalah kelomokSD dan SMP

Penyajian dan Interpretasi di laporan Penelitian

Tabel …

Distribusi Rata-Rata Berat Bayi Menurut Tingkat Pendidikan Ibu


Rata-rata berat bayi pada mereka yang berpendidikan SD adalah 2470,0 gram dengan standar deviasi 249,6 gram. Pada mereka yang berpendidikan SMP rata-rata berat bayinya adalah 2736,36 gram dengan standar deviasi 246,1 gram. Pada mereka yang berpendidikan SMU rata-rata berat bayinya adalah 3431,3 gram dengan standar deviasi 270,1 gram. Pada mereka yang berpendidikan PT rata-rata berat bayinya adalah 3761,5 gram dengan standar deviasi 386,3 gram.

Hasil uji statistik didapat nilai p=0,0005, berarti pada alpha 5% dapat disimpulkan ada perbedaan berat bayi diantara keempat jenjang pendidikan.

Analisis lebih lanjut membuktikan bahwa kelompok yang berbeda signifikan adalah tingkat pendidikan SD dengan SMU, SD dengan PT, SMP dengan SMU,SMP dengan PT dan SMU dengan PT.



Latihan
1.    Analisa perbedaan umur ibu dengan sikap meberikan kolostrum.
2.    Perbedaan BB Ibu dengan Komitmen Memberikan ASI Sampai Selama 6 Bulan
3.    Perbedaan HB ibu dengan komitem memberikan ASI segera setelah lahir (gunakan HB pengukuran kedua)
4.    Perbedaan Berat badan reponden dengan tingkat pendidikan
5.    Perbedaan umur ibu dengan tingkat pendidikan